“Kita tidak sedang mengejar angka akreditasi. Kita sedang membangun budaya mutu dan keselamatan pasien.”
Alhamdulillah, Instalasi Farmasi RSUD Genteng patut bersyukur karena berdasarkan hasil Self Assessment (SA), Pokja PKPO telah mencapai sekitar 85%, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Kesekretariatan. Capaian ini tentu bukan hasil kerja satu atau dua orang. Di balik angka tersebut ada kerja keras seluruh pegawai Instalasi Farmasi yang setiap hari menjalankan pelayanan, melengkapi dokumentasi, memperbaiki proses, serta terus belajar memahami standar akreditasi.
Namun, 85% bukan garis finish. Itu adalah tanda bahwa kita berada di jalur yang benar.
Masih ada bagian yang harus kita perkuat, masih ada dokumen yang harus kita rapikan, masih ada implementasi yang harus kita buktikan, dan yang paling penting, masih ada budaya mutu yang harus kita jaga agar tidak hanya muncul ketika akreditasi semakin dekat.
Tujuh Standar PKPO Harus Menjadi Kebiasaan Kita
Dalam PKPO, kita tidak hanya berbicara tentang obat yang tersedia di gudang. Ada rangkaian proses yang harus kita pahami dan laksanakan secara konsisten:
- Pengorganisasian
- Pemilihan, Perencanaan dan Pengadaan
- Penyimpanan
- Peresepan
- Penyiapan Obat
- Pemberian Obat
- Pemantauan
Ketujuh standar tersebut merupakan satu rangkaian yang saling berhubungan. Kesalahan pada satu proses dapat berdampak pada proses berikutnya dan pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap keselamatan pasien.
Karena itu, setiap petugas Instalasi Farmasi harus memahami standar tersebut, bukan sekadar untuk menjawab pertanyaan surveyor, tetapi karena itulah cara kita memberikan pelayanan yang aman dan bermutu kepada pasien.
PKPO Tidak Berdiri Sendiri
Ada satu hal yang juga harus kita pahami bersama.
PKPO bukan milik Instalasi Farmasi saja.
Pelaksanaan PKPO berhubungan erat dengan pokja dan unit lain. Keselamatan pasien, mutu pelayanan, rekam medis, pelayanan medis, keperawatan, PPI, PMKP, manajemen, dan berbagai unsur lainnya saling berkaitan.
Begitu pula sebaliknya, Instalasi Farmasi juga harus memahami standar yang berkaitan dengan pokja lain.
Artinya, kita tidak boleh bekerja dengan pola “ini bukan bagian saya”.
Kalau ada proses yang berkaitan dengan keselamatan pasien, mutu pelayanan, dokumentasi, komunikasi, maupun pelayanan klinis, maka kita harus memiliki kepedulian terhadapnya.
Mari Kita Tambah “Greget”
Hasil SA beberapa pokja mungkin masih belum sesuai dengan target yang diharapkan. Kondisi ini bukan alasan untuk saling menyalahkan.
Justru di sinilah semangat kita sebagai satu rumah sakit harus muncul.
Kalau Instalasi Farmasi sudah berada di angka 85%, maka tugas kita bukan hanya mempertahankan capaian tersebut. Kita harus membantu menularkan semangat itu kepada unit dan pokja lain.
Bukan untuk mengatakan:
“PKPO sudah bagus, pokja lain masih kurang.”
Tetapi:
“Kalau kami bisa bergerak dan memperbaiki diri, maka kita semua juga pasti bisa.”
Mari jadikan capaian PKPO sebagai pemantik semangat, bukan sebagai alasan untuk merasa sudah selesai.
Kita ingin seluruh RSUD Genteng bergerak bersama.
Akreditasi Bukan Pekerjaan Musiman
Akreditasi sering kali membuat kita sibuk dengan dokumen, eviden, telusur, dan persiapan surveyor. Itu memang bagian dari proses.
Tetapi tujuan akhirnya jauh lebih besar.
Kita ingin ketika surveyor datang, kita tidak perlu menghafalkan jawaban.
Kita cukup menjalankan pekerjaan seperti biasa karena standar tersebut memang sudah menjadi budaya kerja kita.
Ketika ditanya bagaimana penyimpanan obat dilakukan, kita mampu menjelaskan karena memang kita melakukannya.
Ketika ditanya bagaimana keamanan obat dijaga, kita bisa menunjukkan praktiknya.
Ketika ditanya bagaimana pemantauan penggunaan obat dilakukan, kita memiliki data dan bukti.
Dokumen mengikuti pekerjaan, bukan pekerjaan yang dibuat hanya demi dokumen.
Itulah mutu yang sebenarnya.
Pesan untuk Seluruh Pegawai Instalasi Farmasi
Mari kita pertahankan capaian 85% PKPO dan bersama-sama mengejar capaian yang lebih tinggi.
Jangan merasa pekerjaan kita sudah selesai.
Jangan menunggu diingatkan.
Jangan hanya bergerak ketika ada permintaan eviden.
Mulai dari hal-hal sederhana:
Rapikan.
Lengkapi.
Pahami.
Laksanakan.
Dokumentasikan.
Evaluasi.
Perbaiki.
Dan lakukan secara konsisten.
Setiap petugas memiliki peran. Sekecil apa pun pekerjaan yang kita lakukan, semuanya memiliki kontribusi terhadap mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien.
Mari Instalasi Farmasi menjadi salah satu penggerak semangat akreditasi RSUD Genteng.
Kalau kita ingin pokja lain lebih “greget”, kita harus menunjukkan greget itu terlebih dahulu.
Bukan dengan banyak bicara, tetapi dengan kinerja, kekompakan, kedisiplinan, dan bukti nyata.
(85%) adalah pencapaian.
(100%) adalah target.
Budaya mutu adalah tujuan.
Bismillah, kita tuntaskan bersama.
Instalasi Farmasi RSUD Genteng
Bersama Menjaga Mutu, Bersama Menjaga Keselamatan Pasien.