RSUD Genteng, Banyuwangi – Rangkaian On The Job Training (OJT) Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Batch 2 bagi tenaga kesehatan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi telah terlaksana dengan lancar di RSUD Genteng.
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi ini berlangsung dalam beberapa sesi, mulai dari pembukaan dan materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), materi kegawatdaruratan maternal, hingga materi neonatal. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan OJT sebelumnya yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi di RSUD Genteng.
Pada Batch 2, peserta mendapatkan penguatan materi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu dr. Yapi Rendy Tarigan, Sp.OG selaku narasumber Maternal, dr. Yuni Purwanti, Sp.A selaku narasumber Neonatal, serta Mispar, S.Kep., Ns. yang memberikan materi terkait Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).
Tidak hanya mendapatkan pembekalan secara teori, peserta juga memperoleh pengalaman melalui pembelajaran langsung di lapangan. Sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan, peserta diarahkan untuk melihat dan memahami secara langsung proses pelayanan di Ruang Bersalin dan Ruang NICU RSUD Genteng Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman peserta terhadap alur pelayanan, penanganan kegawatdaruratan, serta koordinasi antara tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan maternal dan neonatal. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelayanan di masing-masing Puskesmas.
Pelaksanaan Batch 2 sekaligus menjadi penutup rangkaian OJT Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di RSUD Genteng. Seluruh kegiatan berjalan dengan baik dan diikuti secara aktif oleh tenaga kesehatan dari FKTP/Puskesmas.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi bersama RSUD Genteng terus memperkuat jejaring pelayanan kesehatan antara FKTP dan rumah sakit, khususnya dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Penguatan kompetensi diharapkan dapat mendukung deteksi dini, penanganan awal, stabilisasi, serta proses rujukan yang cepat dan tepat demi keselamatan ibu dan bayi.
Bersama memperkuat kompetensi, mempererat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan maternal dan neonatal yang semakin berkualitas bagi masyarakat Banyuwangi. (*)